Menurut bahasa, tarbiyah berarti pendidikan. Sedangkan menurut istilah, tarbiyah diartikan sebagai proses yang sangat panjang/ lama (madzar hayyah) untuk menyempurnakan pengetahuan tentang Ad-dien (dari yang tidak tahu menjadi tahu, dari yang tahu menjadi lebih sempurna).
Dalam kehidupan pribadi atau masyarakat, pendidikan (tarbiyah) menududki posisi yang sangat penting. Sebab melalui proses pendidikan pribadi seorang dapat tumbuh dan berkembang secara baik, sesuai yang diharapkan. Tarbiyah dapat membentuk kepribadian seseorang selaras dengan nilai-nilai dan prinsip yang mendasarinya sehingga menjadi kepribadian yang sepenuhnya mencerminkan nilai-nilai dan prinsip Islam. Tujuannya yaitu agar umat islam memiliki wawasan yang luas dan untuk membentuk pribadi muslim yang integral (menyeluruh/ kaffah), mutakamil dari seluruh sisinya berdasarkan nilai-nilai islam serta melalui metode dan cara yang islami. Sedangkan tujuan umum dan sasaran yang ingin dicapai antara lain:
1. Terbentuknya pandangan islam yang jelas
2. Pembentukan saksiyah islamiyah yang unik
3. Terbentuknya tarbiyah saksiyah daiyah (pribadi dai)
4. Terbentuknya praktisi-praktisi dakwah dalam islam.
Tarbiyah Islamiyah meliputi 5 hal, yaitu:
1. Ziyadah (penambahan/ pembekalan)
2. nas’ah (pertumbuhan)
3. Tardziyah (pemberian gizi)
4. Riayah (pemeliharaan)
5. Muhafadhah (penjagaan)
Urgensi/ Arti penting tarbiyah meliputi:
1. Penerapannya dalam penerapan sistim Islam (4: 65), hal ini karena Pendidikan islami (tarbiyah Islamiyah) adalah satu-satunya cara terbaik dalam membentuk individu berkepribadian, masyarakat yang ideal dan peradaban kemanusiaan yang tinggi. Hubungan ketiga aspek tersebut saling terkait, karena terbentuknya masyarakat ideal. Sedangkan terbentuknya masyarakat ideal merupakan medium terbentunya peradabn kehidupan manusia yang tinggi. Apabila ketiga aspek tersebut terwujud maka akan melahirkan kebaikan-kebaikan dan kebahagiaan hidup. Semua itu dapat diwujudkan melalui Tarbiyah Islamiyah.
2. Menjamin konsistensi muslim terhadap jamaahnya.
Persatuan umat dalam jamaah sangat penting untuk mengokokohkan bangunan Islam. Oleh karena itu, tarbiyah Islamiyah menjadi wadah atau sarana untuk mempersatukan umat karena hanya dengan pemahaman agama yang baiklah umat akan dapat mudah bersatu dan setia terhadap jamaahnya.
3. Membentuk generasi islami, masyarakat muslim ideal dan peradaban manusia yang tinggi.
Hal ini akan mendorong tumbuhnya kemakmuran ekonomi yang penuh berkah dan mewujudkan ketentraman dan kestabilan masyarakat.
4. Mewujudkan kebutuhan manusia.
Setiap manusia memiliki kecenderungan untuk menjadi baik dan buruk serta memiliki insting dan watak yang berbeda. Jika manusia dibiarkan dengan kecenderungan dan watak masing-masing tanpa ada upaya pembentukan melalui media pendidikan yang sesuai dengan fitrah kejadiannya, niscaya panorama bumi akan diwarnai dengan kezaliman dan permusuhan.
Sehubungan dengan itu satu-satunya media untuk menyelamatkan manusia dari kenistaan dan jeratan konflik akibat adanya pertentangan ialah tarbiyah islamiyah yang menyeluruh terutama pembinaan iman dan keyakinan.
5. Fardiyah diniyah (kewajiban agama).
Pendidikan Islam adalah wajib, karena ilmu agama merupakan sarana terlaksananya kewajiban din yaitu ibadah. Ibadah tidak akan sah tanpa mengetahui hukum dan syarat sahnya ibadah. Rasulullah SAW pernah bersabda “ Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap Muslim”.
Tanpa adanya tarbiyah yang terarah dan sistemik mustahil akan mencetak insan yang memiliki Syakhsiyah Islamiyah. Ustadz Syahid Hasan Al-Banna menyimpulkan kepribadian muslim yang tarbiyah menjadi 10 karakter:
1. Salimah ‘Aqidah (Aqidah yang lurus/ selamat)
Indikasi:
- tidak berhubungan dengan jin/ perdukunan
- tidak tasyaum (merasa sial karena mendengar sesuatu)
- tidak mengikuti langkah setan
- mensyukuri nikmat Allah
- tidak terjebak dalam hal-hal yang tidak bermanfaat.
2. Shohi’ul ‘Ibadat (Ibadah yang benar)
- sesuai syariat
- sesuai As-sunnah dan Al-qur’an
3. Matinul Khuluq (Akhlak yang tangguh)
- seperti yang dicontohkan Rosul
- tidak takabur
- tidak sombong
- senantiasa rendah hati dan tidak merendahkan bawahannya.
- Tidak imaah (tidak ikut-ikutan)
- Memiliki prinsip yang kuat
- Menyikapi sesuatu dengan bijaksana
- Tidak dusta
- Tidak suka mencaci maki
- Tidak mengadu domba
- Tidak ghibah (menggosip)
- Tidak menjadikan orang buruk sebagai teman.
- Memenuhi janji
- Birul walidin (berbakti kepada orang tua)
- Memiliki ghiroh kepada agamanya (tidak terima islam dilecehkan)
- Tidak memotong pembicaraan
- Menundukkan pandangan
- Bisa menyimpan rahasia (amanah)
- Menutupi dosa orang lain dan menasehatinya.
4. Qodirun ‘alal Kasbi (bermata pencaharian, berdikan/ mandiri)
- mandiri secara ekonomi
- tidak menganggur
- memberikan nila plus bagi orang lain
indicator:
• punya komitmen untuk menabung
• menghindari riba, perjudian (penghasilan yang haram)
• membayar zakat
• tidak menunda hak orang lain, ex: menghindari hutang
• menjaga fasilitas umum dan fasilitas khusus
5. Muttaqaful Fiqri (berwawasan luas)
- semaksimal mungkin menambah pengetahuan
- tidak hanya pandai dalam urusan agama dan ibadah
- meiliki wawasan yang luas terhadap ilmu yang tidak hanya ditekuninya (spesialisasinya)
- banyak baca buku asalkan bermanfaat
- berani menyatakan pendapat, aktif bertanya
- membaca 1 jus dari tafsir Al-qur’an
- berpartisipasi dalam kerja-kerja jama’i
6. Qowiyyul Jismi (jasmani yang kuat dan sehat)
“Allah lebih menyukai/ mencintai muslim yang kuat daripada muslim yang lemah”
- bersih badan, bersih pakaian, bersih tempat tinggal
- komitmen untuk olahraga, ex: mempunyai olahraga yang spesialisasi, bela diri
- bangun sebelum fajar
- memperhatikan cara baca yang sehat
- komitmen adab makan dan minum sesuai sunah. “Makanlah sebelum lapar dan sudahilah sebelum kenyang”
- tidak berlebihan dalam begadang
- menghindari tempat-tempat kotor dan polusi, ex: tidak makan sembarangan di pinggir jalan.
7. Mujahidun Linafsi (menghindari/ memerangi hawa nafsu)
“jihad yang tertinggi”
- hawa nafsu ex: parnoisme, pacaran, khamr/ obat-obat terlarang, menyontek
- menjauhi tempat-tempat maksiat, tempat bermain yang haram.
- Senantiasa mengokohkan diri dengan ibadah dan amal sholeh sesuai hokum-hukum Allah.
8. Munaatomu fi syu’unihi (mengatur urusannya)
- rapi dalam segala hal
- harus kreatif dan inovativ
- memperbaiki penampilannya
- ketidakteraturan dapat menyebabkan kegagalan
9. Harisyun ‘ala waqtihi (pandai menjaga waktu/ disiplin terhadap waktu)
- memanfaatkan waktu untuk hal-hal yang bermanfaat agar terhindar dari perbuatan lalai.
10. Fafi’un Lighoirihi (Bermanfaat bagi orang lain)
- memberikan manfaat bagi orang lain, saudara, teman-teman kita
- membantu yang membutuhkan
- membantu orang lain
- menolong korban bencana
- memberikan petunjuk orang yang tersesat
- ikut berpartisipasi dalam kegembiraan
- menikah dengan pasangan yang sesuai