Embun pagi
Kau berseri menyambut pagi
Merekahkan senyum sang mentari
Indahmu bak mutiara
Di ujung daun yang merona
Sentuhanmu …
Membawa kesejukan dikalbuku
Damainya hati
Menggelayut bersama embun pagi
Aku ingin berlari
Mengejar matahari
Meraih impian
Menggapai angan
Melihatmu …
Menumbuhkan semangat baru
Hilang gundah
Berlalu gelisah
Kesejukan yang membawa hikmah
Kalau tidak karena Illah
Aku akan kalah
Diterjang badai yang membantai
Embun pagi
Hari ini engkau berseri
Menyabutku dengan pasti
Seolah mengerti semua isi hati
Betapa besar karunia-Nya
Hingga aku ingin bertanya
Tapi… pada siapa???
Berbaris kata ungkapkan semua
Rasa hati yang tak bertepi
Dalam sejuknya embun pagi
Trenggalek, 08 Desember 2004
(kugoreskan tintaku saat kuhirup udara pagi waktu itu … Kabut sejuk yg mengiringiku berangkat sekolah, mengejar asaku yg melayang bersama angin)