merana dalam rasa
memadu dalam rindu
ketika kasih tersisih
hatipun berkeras seolah ingin lepas

kemanakah surya tenggelam
Lautan garang yg menerkam
Dikobarkan kemarahan

Tuhan …
Hati ingin surya kembali
Merengkuh senyum tanpa pesakitan
Yang telah hamba goreskan

cukupkah kata maaf
mengiringi insyaf
melebur dosa dalam nada-nada doa

aku ingin kembali
dengan seluruh hati
tak ingin lagi beradu
melewati waktu
sambil berlalu

aku mengerti
mentari tak pernah berjanji
tapi selalu menyinari dunia
tak harap kembali
begitulah suryaku, bundaku

Trenggalek, 25 November 2004

(ketika hati ini tak setali 3 uang dengan ibu yg tak pernah meminta balas atas semua perhatian yg diberikannya,,, perkataan lemah lembut lah yg seharusnya meluncur dr lidah seorang anak agar tak menggores hati ibunya dengan luka. Karna luka ibu adalah luka Allah)